Swara45.com|Maybrat – Diduga kurangnya transparansi dalam Tubuh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Maybrat, pegawai melakukan aksi pemalangan.
Aksi pemalangan yang dilakukan oleh, kurang lebih 80% pegawai Dinas PU kabupaten Maybrat, didasari diduga kurangnya transparansi dalam pengelolaan kegiatan.
Dalam aspirasi yang disampaikan, “Kami butuh perubahan di Dinas PU Maybrat, pengelolaan kegiatan sejak tahun 2018 hingga saat ini APBD perubahan tahun 2022 dilakukan secara tertutup”.
“Dan hanya dikuasai oleh satu atau dua oknum, yaitu Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Bidang Cipta Karya dan Kepala Bidang Bina Marga”.
Pemalangan tersebut mengakibatkan Dinas Tata Ruang ikut ditutup, dikarenakan berada pada satu gedung yang sama dengan Dinas PU Maybrat.
Saat dijumpai langsung oleh Kepala Dinas PU beserta sekertaris, Kabid Cipta karya dan Kabid Bina Marga, Aksi meminta untuk ditemui langsung oleh PJ Bupati Maybrat, sehingga diharapkan dapat dimediasi langsung oleh Sekda Maybrat.
“Kami pegawai dianggap sebagai hantu yang ada tapi dianggap seperti tidak ada, kita semua adalah keluarga, kamu butuh belajar dan mengimplementasikan ilmu yang kami punya”, ungkap para aksi secara langsung dihadapan Kadis PU.
“PJ Bupati sedang sibuk, beliau masih keluar daerah, sehingga jikalau beliau bisa hadir pada hari sumpah pemuda 28/10/2022 nanti, kita akan bertemu langsung untuk membahas ini, jika beliau tidak hadir maka kemungkinan Minggu depan ( Senin, 31/10/2022) baru bisa ketemu”. Jelas Kadis PU Maybrat didepan seluruh aksi.
Dengan penjelasan tersebut maka pemalangan akan terus berlangsung sambil menunggu kehadiran PJ Bupati Maybrat, untuk mendengar secara langsung Aspirasi yang ingin disampaikan oleh seluruh Aksi.
Aksi pemalangan yang berlangsung pada Senin,24/10/2022 itu, berlangsung dengan aman dan tertib.//(**/Orry).

