LEBAK – Nabil Jayabaya mendapat tantangan untuk maju sebagai calon Gubernur Banten pada pemilihan mendatang. Tantangan tersebut disampaikan oleh salah satu kader Badak Banten Perjuangan (BBP) dalam suasana santai, saat kegiatan halal bihalal yang digelar pada Minggu (12/4/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh kader dari seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Banten, serta sejumlah tamu undangan, termasuk Pelaksana Tugas Asisten Daerah (Plt Asda) III Kabupaten Lebak.
Menanggapi hal itu, Nabil Jayabaya menegaskan bahwa dirinya tidak sedang memikirkan urusan politik, terlebih terkait pencalonan.
“Saya belum memikirkan politik, apalagi pencalonan. Fokus saya saat ini kemanusiaan dan keagamaan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya ingin terus berkontribusi dalam membantu masyarakat, khususnya anak yatim dan warga kurang mampu, serta tetap berfokus pada pembangunan di wilayah Lebak.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengawal jalannya pemerintahan melalui kritik yang konstruktif. Menurutnya, kritik merupakan bagian dari kontrol sosial yang sehat dan diperlukan.
“Mengkritik itu bukan menyerang pribadi, melainkan mengoreksi kebijakan. Dari situ, pemimpin dapat melakukan evaluasi demi pembangunan yang lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Badak Banten Perjuangan, H. Eli Sahroni yang dikenal dengan julukan “King Badak”, mengapresiasi kehadiran seluruh kader. Ia menilai momen halal bihalal tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat soliditas organisasi.
Ia juga mengungkapkan pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) pertama yang direncanakan berlangsung pada Juni mendatang di Hotel Horizon. Agenda tersebut akan difokuskan pada evaluasi serta penentuan arah organisasi ke depan.(RR)

