sWara45 | Bekasi – Belasan Mahasiswa yang tergabung kedalam EKSEKUSI (Eksekutor Keadilan Anti Korupsi) menggelar aksi unjuk rasa didepan Gedung PDAM Tirta Bhagasasi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (8/3/2022).
Salah satu tuntutan aksi para mahasiswa diantaranya meminta Dirut PDAM TIRTA BHAGASASI untuk mundur dari jabatannya. Menurut mereka, terdapat dugaan tindakan kasus Korupsi ditubuh PDAM Tirta Bhagasasi. Dibawah Komando Usep Rachman Salim, KKN tumbuh sumbur.
“Kemarin kita sudah menggelar aksi depan Gedung KPK RI dan melaporkan terkait dugaan kasus korupsi di tubuh PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi. Hari ini kita aksi didepan gedungnya PDAM Tirta Bhagasasi agar Dirut segera mundur dari Jabatannya,” tegas Ramdhan selaku Koordinator Lapangan.
Menurutnya, terdapat beberapa kasus yang ada di PDAM Tirta Bhagasasi, salah satunya pelanggaran yang dilakukan Dirut PDAM Tirta Bhagasasi Usep Rachman Salim sudah melanggar dari Peraturan Kemendagri Nomor 2 Tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian Perusahaan Daerah Air Minun hanya memperbolehkan maksismalnya 2 periode. Akan tetapi Usep Rachman ini sudah berjalan selama 4 periode artinya ada pelanggaran yang dilakukan makannya kita menduga adanya praktik KKN didalamnya,” papar Ramdhan.
Adapun beberapa aspirasi yang mereka sampaikan diantaranya terkait Anggaran pemeliharaan, biaya Perawatan/Pemeliharaan Water Meter Air Pelanggan yang sangat fantastis yaitu sebesar Rp 8.000,00
(delapan ribu rupiah) yang rinciannya biaya administrasi sebesar Rp 4.000,00 (empat ribu rupiah) dan
biaya perawatan/pemeliharaan Sebesar Rp 4.000,00 (empat ribu rupiah) per setiap pelanggan/bulan,
dan ditarik selama kurang lebih lima (5) tahun terakhir.
“bila diakumulasikan selama
lima (5) tahun terakhir, maka dengan demikian 8.000,00 x 300.000 x 60 bulan, anggaran yang
bersumber dari pelanggan/masyarakat sangat Fantastis, mencapai angka Miliaran Rupiah. Seharusnya dengan adanya biaya tersebut setiap pelanggan PDAM Tirta Bhagasasi sudah selayaknya
mendapatkan pelayanan prima serta kemudahan dan keringanan, khususnya dalam hal yang bersifat
Truble Water Meter Air atau Kerusakan. Dan seharusnya tidak lagi dikenakan beban pembiayaan,
namun sesuai informasi dan data yang kami dapatkan, faktanya sangat berbanding terbalik, disinyalir
kuat pelanggan tetap dikenakan beban tarif untuk biaya kerusakan Water Meter Air sehingga kami
menduga kuat ada oknum PDAM yang bermain dan berupaya menyelewengkan anggaran
Pemeliharaan/Perawatan,” ungkap Dicky, Jendral Lapangan.
Bahkan, sambung Dikcy, kami mendapat laporan dari masyarakat korupsi soal penyertaan
modal Tahun Anggaran 2014 senilai Rp73.000.000.000 untuk revitalisasi pipa saluran PAM dan
subsidi untuk warga berpenghasilan rendah (MBR).
“Namun kenyataannya, proyek tersebut tidak
berjalan, dan diduga disalahgunakan untuk keperluan lain. Selain itu, adanya dugaan penyalahgunaan
wewenang dan pengambilalihan tanah di wilayah Kecamatan Babelan oleh PT. Grenex Tirta
Indonesia untuk bangunan WTP (Water Treatment Plant). Oleh sebab itu adanya dugaan suap yang
dilakukakn Dirut PDAM Tiirta Bhagasasi Bekasi,” papar Dikcy.
Maka dari pada itu, lanjut Dikcy, kami meminta Dirut PDAM Bhagasasi untuk transparan mengenai dugaan korupsi soal penyertaan modal senilai Rp 73.000.000.000 TA 2014. Lalu Mendesak dirut menjelaskan kepada publik mengenai kerjasama pembuatan WTP dengan PT Grenex yang di duga bermasalah,” tegasnya.
Diakhir aksi Dicky menyerukan bahwa “Kami tidak akan berhenti sampai sini, nanti kami akan datang kembali dengan massa aksi yang lebih banyak” saut massa aksi.
Adapun beberapa point tuntutan kami yaitu :
1. Meminta Transparansi anggaran Pemeliharaan/perawatan tahun 2016 – 2021 PDAM TIRTA
BHAGASASI.
2. Meminta Dirut PDAM BHAGASASI untuk transparan mengenai dugaan korupsi soal
pernyataan modal senilai 75.000.000.000.
3. Mendesak Dirut menjelaskan kepada publik mengenai kerjasama pembuatan wtp dengan pt grenex yang diduga bermasalah.
4.Meminta Dirut PDAM TIRTA BHAGASASI untuk mundur dari Jabatannya. Tegas Dicky
Terpisah saat di minta komentar & tanggapan nya Fauzi Humas PDAM Tirta Bhagasasi via pesan singkat ( WA ) tidak di jawab. ( Hisar )

