NasionalSosial

Di Duga Kurangnya Pengawasan Pemerintah : Kisah Pilu Dua Rumah Tak Layak di Desa Cikareo Solear

×

Di Duga Kurangnya Pengawasan Pemerintah : Kisah Pilu Dua Rumah Tak Layak di Desa Cikareo Solear

Sebarkan artikel ini
Photo : Rumah Sanamah/Antiran Di Kp Barahat Desa Cikareo Butuh Perhatian Khusus, Bangunan Sudah Tua (16/10/2023)
Photo : Rumah Sanamah/Antiran Di Kp Barahat Desa Cikareo Butuh Perhatian Khusus, Bangunan Sudah Tua (16/10/2023)

sWara45 | Tangerang – Banyaknya dan gencarnya program pembangunan infrastruktur saat ini menuntut perhatian khusus terhadap dua rumah di Desa Cikareo, Kecamatan Solear, selasa (17/10/2023).

Kedua rumah ini menjadi saksi bisu dari keinginan warga untuk memiliki hunian yang layak. Di tengah keterbatasan ekonomi

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Salah-satunya Sarnata atau yang lebih dikenal sebagai Katok cilok, rela menempati tempat yang sempit bersama istri dan cucunya. Rumah kecil berdinding bambu ini sangat membutuhkan bantuan di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur saat ini.

Di sisi lain, rumah Sanamah/Antiran di Kp Barahat RT 12/06 juga sangat memprihatinkan. Rumah tua tersebut nyaris ambruk dan membahayakan jika dibiarkan.

Photo : Rumah Sanamah/Antiran (16/10/2023)
Photo : Rumah Katok Cilok Di Desa Cikareo (16/10/2023)

Meskipun pemerintah setempat diduga telah mengetahuinya dan bahkan telah mendokumentasikannya, namun belum ada kejelasan atau tindakan yang diambil hingga saat ini.

Inilah saatnya bagi pemerintah setempat diminta untuk tidak berdiam diri dan segera bertindak dalam merenovasi rumah-rumah tersebut, setidaknya sebagai langkah antisipasi terhadap situasi yang tidak diinginkan. Penundaan perbaikan bukanlah pilihan yang bijaksana, terutama mengingat rumah tua tersebut dihuni oleh pasangan suami istri yang sudah lanjut usia.

Kondisi dua rumah ini di wilayah Desa Cikareo, Kecamatan Solear diduga merupakan bukti kurangnya pengawasan dan kepedulian pemerintah setempat. Tak peduli apakah hal tersebut benar atau tidak, yang terpenting adalah dua rumah tak layak huni ini harus segera mendapatkan perhatian khusus.

Situasi ini bukan hanya masalah infrastruktur, tetapi juga menyangkut kemanusiaan. Rumah adalah tempat berlindung dan menggapai impian, dan setiap orang berhak memiliki hunian yang layak bagi keluarganya.

Saat berita ini di terbitkan, sWara45 belum mengkonfirmasi pihak pemerintah setempat atas dua rumah tidak layak di desa Cikareo. (Antoni)

Berikan Komentar