Berita

Di Duga adanya Aktivitas Jual Beli Sex dan Narkoba, Warga Apartemen Mutiara Kota Bekasi Resah

×

Di Duga adanya Aktivitas Jual Beli Sex dan Narkoba, Warga Apartemen Mutiara Kota Bekasi Resah

Sebarkan artikel ini

sWara45 | Bekasi – Sejumlah warga atau penghuni tetap Apartemen Mutiara yang berada di Jalan A Yani Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi. Dibuat resah dengan aktivitas kaum remaja yang berseliweran tengah malam.

Diduga Rema yang berseliweran tersebut menyewa kamar perjam bahkan harian bersama pasangannya. Aktivitas itu membuat warga penghuni Apartemen Mutiara tetap resah melihatnya.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Adanya aktivitas remaja baik pria maupun wanita. Disinyalir adanya aktivitas jual beli sek dan Narkoba di Apartemen Mutiara.

Menurut keterangan Mawar salah satu penghuni tetap yang namanya minta disamarkan mengatakan bahwa dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini dirinya terganggu dan resah. Karena sudah tidak senyaman seperti sebelum-sebelumnya.

“Seperti di lift belum lama ini. Ada anak ABG yang berbusana minim. Saya sebagai warga dan Penghuni Tetap Apartemen Mutiara merasa risih dengan itu. Kita ingin tegur tapi takut salah. Kita selalu gesekan dengan pengunjung sebenarnya,” kata Mawar merupakan penghuni tetap yang sudah bertahun-tahun tinggal di Apartemen Mutiara kepada wartawan, Selasa (19/7).

Itu salah satu yang membuat warga tidak nyaman. Lanjut dia, saat tengah malam juga banyak yang ketuk pintu warga mencari kamar sewaannya, karena salah mencari kamar pintu warga di ketuk-ketuk.

Kemudian, sambungnya, ada satu kamar yang di sewa oleh beberapa pasang remaja masuk kedalam kamar.

“Atas kejadian itu. Kita juga telpon Scurity tetapi iya iya aja. Tidak ada tindakannya. Kita juga ga tau di jalankan atau tidak aduan kita. Kita tidak nyaman ya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, sebagai orang tua yang mempunyai anak remaja dirinya tidak mau anaknya terjerumus hal-hal negatif.

Tidak hanya itu, dirinya juga melihat banyak remaja yang ante menunggu kunci kamar. Dan itu membuat dirinya miris melihat hal itu.

“Jadinya Apartemen Mutiara ini seperti membolehkan aktivitas jual beli sex mungkin juga Narkoba. Agen-agen penyewaan juga cuek dengan adanya aktivitas itu. Sering dipanggil dan gelar rapat tetap ada aja agen yang melangsungkan bisnisnya dengan tidak baik,” terangnya.

Sebagai penghuni lama, Mawar merasa kecewa dengan Management sekarang ini yang dinilai membiarkan bisnis kotor di Apartemen Mutiara.

Namun, ia juga tidak memungkiri bahwa Karaoke dulu sampai sekarang ada. Tetapi tidak sampai mengganggu penghuni atau warga tetap di Apartemen Mutiara. Sebab, kalau sekarang ini bisa dibilang sudah sangat vulgar aktivitas remaja di Apartemen Mutiara ini. Bahkan katanya sudah seperti pasar ayam yang menjajakan dagangannya.

“Kita juga sebenarnya tidak mau mengusik bisnis mereka. Tetapi karena sudah mengganggu kenyaman kita dan keluarga ya saya harus bersuara. Kita juga sudah sering mengadu ke Management dan Scurity tetapi tidak dianggap,” tambahnya.

Ia juga berharap kepada Pemerintah dan Dinas-dinas terkait untuk segera mengambil langkah tegas untuk menegur pihak management. Agar Anak-anak warga Apartemen dan generasi penerus tidak rusak.

Dirinya meminta untuk segera ditertibkan aktivitas remaja yang semakin hari semakin vulgar. Dan pemerintah juga harus melarang sewa-menyewa kamar di Apartemen baik harian maupun jam-jaman.

“Kalau mau menyewakan kamar harus ada izin dari Pemerintah. Hal itu gar tidak disalah gunakan oleh agen-agen penyewaan yang tidak bertanggungjawab. Seperti beberapa waktu lalu ada razia banyak remaja yang lari ke atas roftop. Kita ingin Pemerintah tertibkan aktivitas terselubung di Apartemen Mutiara,” tutupnya.

Ditempat yang sama, Bunga (nama disamarkan) salah seorang penghuni tetap yang juga memmembenarkan hal itu. Dirinya mengaku, apalagi jika malam Sabtu dan malam Minggu di jam-jam 22.00 WIB ke atas itu sudah ramai pasangan remaja yang nyewa kamar di Apartemen Mutiara ini.

“Saya ajukan tidak menuduh pasangan itu mau berbuat mesum di Apartemen. Mungkin ada juga yang tidak. Tetapi ya 70 persen pasangan remaja pasti berbuat asusila di Apartemen Mutiara ini,” ucapnya.

Dirinya juga mengalami hal yang tidak mengenakan. Saat pagi hari banyak Kondom berterbangan dari atas jatuh ke bawah. Itu bukan hanya dirinya saja yang melihat itu warga dan Penghuni tetap lain juga mengalami hal itu.

“Maka dari itu, Pemerintah Kota Bekasi harus memperhatikan betul Apartemen Mutiara khusus, Begi juga Apartemen lainnya yang ada di Kota Bekasi. Kalau dibiarkan seperti ini, masa depan generasi penerus akan hancur. Apalagi kalau ia melihat Anak-anak yang menyewa kamar itu terlihat masih di bawah umur,” ungkapnya.

Saat online, sambung Bunga, ramai apalagi saat offline itu sangat ramai sekali di Apartemen Mutiara dipadati dengan remaja. Ada anak SMA yang sempat saya tanya umur 16 tahun. Saya khawatir ada perdagangan anak di bawah umur.

Ia sebagai warga dan penghuni tetap. Meminta Pemerintah Kota Bekasi benar-benar melakukan tindakan secara tegas agar Anak-anak remaja Kota Bekasi tidak rusak.

“Pernah kejadian anaknya Anggota DPRD yang menjual gadis di bawah Ir itu di sini juga kejadiannya. Jangan sampai Apartemen Mutiara ini menjadi tempat pertemuan Anak-anak remaja. Intinya kita nih udah resah melihat aktivitas mereka (remaja -red). Kami ingin Pemerintah turun dan lakukan investigasi. Kita malu rasanya sebagai warga Kota Bekasi yang memliki Visi Misi Kota Bekasi Cerdas, Sehat, Maju, Sejahtera dan Ihsan. Tapi kelakuan Remajanya bobrok alias tak sebanding dengan kata Ihsan,” tutupnya dengan nada tegas.

Sayang, pihak Apartemen Mutiara belum bisa dihubungi tuk diminta keterangannya. (Hsr)

Berikan Komentar