Berita

Di Duga Ada Pembiaran Soal Fisik P3A- TGAI Di Hegarmanah

×

Di Duga Ada Pembiaran Soal Fisik P3A- TGAI Di Hegarmanah

Sebarkan artikel ini

Swara45.com-Aktivis Lebak Selatan Sulistio menilai kegiatan pengerjaan fisik irigasi pada Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air (P3A-TGAI) di Desa Hegarmanah, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, terkesan adanya pembiaran baik dari pengawas ataupun dari pendamping.

Pasalnya, dalam pelaksanaan pekerjaan fisik tersebut, diduga tidak mengacu pada RAB dan diduga tidak sesuai dengan spek yang ada.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Berdasarkan hasil kroscek di lokasi dalam pelaksanaannya terlihat menggunakan material batu yang diduga banyak dioplos atau campuaran dengan cadas, dan bahkan terlihat pula adanya puing reruntuhan tembok yang di pasang kembali.

“Jika memang ada pengawasan ataupun pendampingan dari petugas,proyek yang dibiayai uang negara itu tidak bakalan asal-asalan dan sesuai juklak juknis”kata aktivis senior Baksel Sulistio kepada wartawan, Rabu (5/5/2021).

Masih kata Sulis, proyek irigasi dari pemerintah itu sangat besar, jadi kalau
dikerjakan dengan mengikuti RAB dan juga Spek matrial pun masih ada sisa,apalagi rata-rata matrial banyak yang menggunakan di dekat sekitar lokasi kegiatan.

” Saya berharap kepada tim pemeriksa bangunan dari Balai Besar, Cidanau, Ci Ujung, Cidurian Prov.Banten, untuk tidak melanjutkan dulu ke plester dan pengacian, periksa dulu dengan seksama, dan membongkar bangunan yang memakai matrial yang di luar RAB”ujarnya.

Terpisah salah satu ketua Kelompok P3A di Kecamatan Panggarangan ED sanhat menyayangkan pada pelaksanaan fisik di hegarmanah, karwna menurutnya ini jelas akan berdampak pada program yang akan datang.

“Pasti hal ini akan berdampak pada yang lain”ungkapnya.

Sebelumnya Kepala Desa Hegarmanah Asep Mulyana saat dikonfirmasi menegaskan kepada ketua P3A dalam melaksanakan kegiatan harus sesuai dengan RAB seperti dalam menggunakan material harus sesuai dengan spek.

Asep juga mengaku bahwa program irigasi yang turun ke desanya itu dapat dari aspirasi partai PPP, dan bahkan ketua P3A pun bertugas sebagai perangkat desa.

“Saya harap pelaksanaan ini harus sesuai RAB,karkena program ini dari aspirasi pak dewan musa”ujar Kades.

Hingga berita ini di tayangkan Tim Pendamping Masyarakat (TPM) saat di konfirmasi belum memberikan keterangan. (Didin)

Berikan Komentar