Aceh

Di Duga Ada MarkUp Biaya Terhadap Pasien di RSU dr. Adjidarmo, Kabupaten Lebak

×

Di Duga Ada MarkUp Biaya Terhadap Pasien di RSU dr. Adjidarmo, Kabupaten Lebak

Sebarkan artikel ini

sWara45 | Lebak – Agus, suami dari pasien RSU Dr. Ajidarmo bernama Dian Herdiani (33 tahun), mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan rumah sakit tersebut. Dia menilai bahwa bagian loket pembayaran diduga ceroboh dalam mencantumkan item yang sebenarnya tidak diberikan kepada pasien, akhirnya membuat total pembayaran sangat besar. “Ujar Agus pada Selasa 21 Mei 2024.

Agus melanjutkan, “Awalnya istri saya menjadi pasien di RSU Dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak pada 11 Mei 2024. Namun, setelah proses pembayaran, ditemukan ada item paket transfusi darah senilai Rp615.000 yang sebenarnya tidak pernah diberikan kepada istrinya.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Merasa ada yang tidak beres, saya langsung mengajukan protes, dan akhirnya pihak admin merubah dan mengurangi nilai pembayarannya.”

“Kejadian ini menimbulkan dugaan MarkUp biaya di RSU Adjidarmo, dengan cara mencantumkan item yang sebenarnya tidak diberikan kepada pasien. Hal ini diduga seolah menjadi rutinitas ketika pasien lengah tanpa melakukan pengecekan ulang dengan teliti,” tambahnya.

Agus juga mengungkapkan pengalaman sebelumnya, di mana pada tahun 2015 anaknya menjadi pasien umum di RSU Adjidarmo tanpa dipasang tabung oksigen. Setelah diprotes, barulah biaya dikurangi.

Bahkan, Agus menduga hal serupa dapat saja terjadi terhadap pasien BPJS, di mana biayanya ditanggung oleh BPJS, menimbulkan dugaan adanya MarkUp biaya.

Lebih lanjut, Agus mencurigai adanya pembiaran dari manajemen RSU Adjidarmo Kabupaten Lebak. Dia menyarankan kepada masyarakat yang menjadi pasien di RS Adjidarmo untuk melakukan pengecekan rinci hasil print-out pembayaran dan segera meminta pengembalian uang jika ada kelebihan.

Dr. Budi Mulyanto, Direktur RSU Adjidarmo Kabupaten Lebak, saat dimintai konfirmasi melalui WhatsApp, menyatakan, “Ada kwitansi yang bisa dilihat untuk mengetahui tindakan yang dilakukan. Ada bukti tindakan tercatat dalam rekam medis, termasuk tindakan pengobatan dan pemeriksaan yang sebenarnya dilakukan oleh tim medis rumah sakit, meskipun tidak disadari oleh pasien.”

“Silakan kirimkan kwitansi dan daftar tindakan yang menurut pasien tidak dilakukan agar dapat saya cek. Meskipun kesalahan manusiawi terkadang terjadi, kami terus berupaya teliti. Oleh karena itu, kepada pasien atau keluarganya, diharapkan untuk membaca rincian pembayaran terlebih dahulu dan mengkoreksi jika ada ketidaksamaan,” pungkas Budi.(JMR)

Berikan Komentar