sWara45 | Kabupaten Tangerang – Kepala Desa Tapos, Khaerudin, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan ketahanan pangan guna mewujudkan kesejahteraan Desa, terutama melalui program ketahanan pangan Desa. Selain itu, Ia juga berjanji untuk memberikan dukungan dan pembinaan, seperti yang diutarakan pada hari Kamis, (16/05/2024).
Demi mendukung program ketahanan pangan tersebut, Pemerintah Desa Tapos secara rutin menganggarkan fasilitas di lokasi ketahanan pangan, seperti MCK, SAB, satu unit traktor, dua unit multipator, pupuk, semprotan, bibit, green house (rumah tanaman hidroponik), serta perbaikan jalan Paving block.
Khaerudin, yang dikonfirmasi di kantornya, menekankan komitmennya untuk menjadikan Desa Tapos sejahtera dengan meningkatkan ketahanan pangan.
“Kita mendukung dan membina kelompok-kelompok ketahanan pangan dengan menyediakan fasilitas seperti MCK, SAB, semprotan, bibit, pupuk, rumah kaca (tempat tanaman hidroponik), dan perbaikan jalan.
Lebih dari satu hektar lahan dimanfaatkan untuk pertanian multikultural di Desa Tapos. Tanaman mulai dari cabe, kangkung, terong, pepaya, jeruk, hingga padi organik, sementara hewan ternak seperti kambing juga dipelihara untuk memanfaatkan lahan tersebut.
Kedepannya, Desa Tapos berencana memperluas jangkauan pemasaran produk sayuran dan buah-buahan ke toko modern dengan memodernisasi sistem pengepakan dan penyediaan fasilitas pendingin untuk menjaga kesegaran produk.
“Kami juga telah mendirikan Campus Smart Farm untuk menarik minat petani milenial dalam meningkatkan kualitas pertanian. Pelatihan untuk pemuda dan wanita petani akan dilaksanakan di sana dengan pengajar berasal dari kelompok tani setempat. Saya juga akan mengordinasikan penyuluhan yang berkelanjutan dengan dinas pertanian untuk kesejahteraan Desa Tapos,” tambah Khaerudin.
Ali Imron, yang ditemui di lokasi, menyambut baik perkembangan positif dalam kualitas hasil pertanian di Desa Tapos. Menurutnya, hal ini tak lepas dari arahan yang diberikan oleh Kepala Desa Tapos dalam meningkatkan produksi dan kualitas hasil tanaman.
“Harapan terbesar kami adalah memodernisasi peralatan pengepakan, menyediakan transportasi seperti mobil losbak untuk memudahkan distribusi, dan tentu saja, terus mendapatkan dukungan yang berkelanjutan dari Desa Tapos,” pungkasnya.
( Dedi )

