Swara 45, Serang – Rumah Pasutri (Pasangan Suami Istri) yakni Darma dan Salmi di Kampung Bendung Kurungan RT/RW 002/001 Desa Bendung, Kecamatan Tanara Kabupaten Serang, Banten ambruk atau roboh akibat termakan lapuknya usia. Minggu (17/5/2021).
Ambruknya rumah pasangan suami istri tersebut diketahui sudah berlangsung selama dua bulan dan pasutri ini mengaku tak mampu membangun rumahnya kembali. Sementara ini Darma dan Salmi tinggal di rumah anaknya.
“Sudah dua bulan rumah milik kami mengalami ambruk atau roboh, belum bisa kami bangun kembali, dikarenakan kami orang miskin dan tidak punya apa – apa. Jangankan untuk bangun rumah, makan saja, saya tergantung sama anak – anak”, ucap Salmi
Aktivis Ruang Jurnalis Nusantara Heri Opung mengungkapkan, Pasutri ini pernah mendapatkan bantuan sosial berupa BPNT, akan tetapi selama enam bulan ini tidak lagi menerima bantuan tersebut.
“Ibu Salmi pernah mendapatkan bantuan bansos berupa BPNT, selama 6 bulan jalan ini tidak lagi menerima bantuan tersebut”, ungkapnya
Sementara itu, Kepala Desa Bendung Kecamatan Tanara Kabupaten Serang, Banten , Maksum menjelaskan, semenjak mendengar informasi robohnya rumah Pasutri Darma dan Salmi ia sebagai kepala desa sudah mengajukan bantuan kepada pemrintah.
“Mengenai rumah warga saya semenjak mendengar informasi. Saya sudah meminta data untuk kami ajukan kepemerintahan pusat. Harapannya, entah itu anggaran dari mana saya tidak tahu, yang penting untuk warga bisa terbantu kembali”, ujarnya.
Maksum menambahkan, sampai saat ini pengajuan untuk membantu membangun kembali rumah pasangan Suami Istri Darma dan Salmi itu belum juga direalisasikan oleh pemerintah.
“Emang benar pak, sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya, mungkin harus menunggu. Kami juga butuh bantuannya dari Bapak – bapak selaku media untuk mempublikasikan, agar rumah warga saya cepat dibangun”, tutupnya. (Ryan)

