Berita

Bupati Dr.H.Herdiat Sunarya Membantah Ciamis Rawan Pangan

×

Bupati Dr.H.Herdiat Sunarya Membantah Ciamis Rawan Pangan

Sebarkan artikel ini

sWara45.Com,Ciamis-
Bupati Ciamis Dr.H.Herdiat Sunarya membuka secara resmi Sosialisasi Sekolah Lapang Pertanian dan Ketahanan pangan Tahun 2024 bertempat di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis Pada Senin (24/2/20024)

Hadir pada kesempatan itu Wabup Ciamis Yana D.Putra, kadis Pertanian kabupaten ciamis,kadis Perikanan dan Peternakan ,Uptd penyuluh pertanian dan tamu undangan lainnya.
Usai membuka secara resmi sosialisasi Sekolah Lapang Ramah Lingkungan tingkat Kabupaten Ciamis ,Bupati Ciamis Dr.H.Herdiat Sunarya kepada Wartawan membantah pernyataan Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin dalam eksposnya awal bulan Februari lalu menyatakan Kabupaten Ciamis termasuk yang rawan beras premium, kemudian daging ayam ras, termasuk sayuran dan cabe.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

“Beberapa waktu lalu kami melaksanakan rapat dengan Pj Gubernur Jabar, intinya membahas ketahanan pangan di Jawa Barat, memang ada beberapa hal yang disampaikan Pj Gubernur yang secara pribadi saya bingung, Ciamis termasuk kabupaten yang rawan pangan, salah satunya beras premium, daging ayam ras dan telur ayam serta sayuran cabe,

“Sedangkan Ciamis mempunyai potensi yang luar biasa, apalagi daerah Ciamis selatan, ini salah satu penopang lumbung padi di Jawa Barat,” jelasnya.

“Menurutnya tidak pantas Ciamis dikatakan sebagai daerah rawan pangan, namun data yang mengatakan seperti itu. Insyaallah kami masih mampu bertahan dalam ketahanan pangan dalam 6 bulan kedepan .

“Sosialisasi ini sangat bagus, bisa untuk memberikan wawasan dan pengetahuan tentang pertanian dan peternakan berbasis teknologi, yang biasanya manual menghasilkan 6 sampai 7 ton, tetapi kalau dengan  teknologi bisa 10 ton,” katanya.

Sementara menyinggung kenaikan harga beras, daging, telur dan sayuran Bupati mengakuinya, dan itu memang terjadi. Namun naiknya harga tersebut tidak mencerminkan rawan panghan.

“Ini harus jadi motivasi untuk kita semua, sehingga image rawan pangan tidak pantas untuk Ciamis, sementara kita dianugerahi alam yang luar biasa, tanah subur, air melimpah, jika kita mampu memanfaatkan dan mengoptimalkan semua, saya kira Ciamis akan betul betul melimpah. Makanya saya sangat setuju diadakan acara ini, inii untuk memberikan wawasan dan pengetahuan tentang pertanian dan peternakan berbasis teknologi,” jelasnya.
Ditegaskan Bupati, Pemkab harus bisa mengendalikan harga beras dan harga sembako lainnya. Dan itu sudah mulai ada di beberapa titik yang dilaksanakan operasi-operasi pasar,

“Intinya untuk menahan dan menekan harga-harga sembako biar tidak terlalu lambung, setelah dianalisa mungkin yang pertama harga dari petaninya juga naik, yang kedua dampak el Nino juga sangat terasa sangat luar biasa dengan kemarin kemarau yang cukup panjang,” tegasnya.

Menurutnya, para petani yang biasanya dapat mengelola sawahnya setahun dua sampai riga kalim panen, tahun kemarin hampir hanya satu tahun satu tahun karena kemarau panjang, itu salah satu efek dari kenaikan harga-harga sembako di Kabupaten Ciamis.
“Insyaallah kalau itu semua bisa dilaksanakan, Ciamis akan lebih kuat. APBD kita mengalami defisit, tetapi program kita harus tetap berjalan,”Jelasnya(Lili Romli)

Berikan Komentar