Berita

Betonisasi Baru Sudah Retak Di Perum Mustika, Bukti Lemahnya Pengawasan Dari Dinas Binamarga

×

Betonisasi Baru Sudah Retak Di Perum Mustika, Bukti Lemahnya Pengawasan Dari Dinas Binamarga

Sebarkan artikel ini

sWara45|Kabupaten Tangerang – Pekerjaan betonisasi peningkatan jalan di Perumahan Mustika RT 04/RW 09 dan RT 01/RW 10, Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang menimbulkan kekhawatiran, Baru dua hari setelah penyelesaiannya, tanda-tanda kelemahan proyek ini sudah tampak jelas dengan retakan yang tersebar di berbagai lokasi pada Sabtu (13/07/2024).

Proyek betonisasi ini merupakan bagian dari program APBN Kabupaten Tangerang tahun 2024 dan dibiayai oleh anggaran sebesar Rp. 148.896.000,- yang bersumber dari pajak masyarakat.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Pelaksanaan proyek ini dikerjakan oleh Cv Kevin Citra Graha dengan masa penyelesaian selama 60 hari kalender, bersumber dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang.

Warga setempat, seperti HRS dan KT, menyampaikan keheranannya atas kondisi pekerjaan. Sebagai contoh, HRS mengungkapkan bahwa meskipun belum ada kendaraan berat yang melintas, namun betonisasi jalan sudah terlihat retak bahkan patah di beberapa bagian.

Hal serupa juga disampaikan oleh KT, yang merasa bahwa keadaan pembangunan tidak sebanding dengan waktu pelaksanaan yang singkat.

Siarrudin, Ketua Tim Investigasi Barisan Aktivis dan Advokasi Keluarga Banten, mengecam lemahnya pengawasan dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMDSA) dalam pekerjaan ini.

Siarrudin menyatakan bahwa ada dugaan ketidaksesuaian antara hasil proyek dengan anggaran yang dikeluarkan, menunjukkan dugaan potensi kecurangan yang dilakukan oleh kontraktor.

Tim investigasi akan segera melaporkan temuan ini kepada Pj Bupati Tangerang, Inspektorat, serta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air untuk menegakkan keadilan.

Betonisasi retak di Kabupaten Tangerang menjadi pemandangan yang mengkhawatirkan bagi warga, dengan lemahnya pengawasan dari dinas terkait.

Sebagai masyarakat kami berharap agar proyek-proyek pembangunan selanjutnya dapat dilakukan dengan transparansi, kualitas, dan pengawasan yang ketat agar kejadian serupa dapat dihindari.

Apakah dinas terkait mampu memberikan penjelasan yang memuaskan atas kejadian ini, ataukah akan terulang lagi pertunjukan yang sama di masa mendatang? Kami Menantikan langkah tegas dari penegak hukum untuk menjamin integritas dan kualitas pembangunan yang baik di masa depan, tutup Siarrudin.

(Dedi)

Berikan Komentar