Sosial

Beras Medium Dinilai Buruk Membuat Stunting Akan Tumbuh Lagi,Diduga Bulog Tertawa Mencari Keuntungan Sepihak.

×

Beras Medium Dinilai Buruk Membuat Stunting Akan Tumbuh Lagi,Diduga Bulog Tertawa Mencari Keuntungan Sepihak.

Sebarkan artikel ini

sWara45.Com.Tasikmalaya-Bantuan pangan beras tahap ke satu diakhir taun ini yang disalurkan oleh pemerintah melalui Bulog yang bekerjasama dengan PT Pos Indonesia yang bertepatan musim kemarau serta sektor pertanian pun banyak gagal panen,

Menurut pantawan awak media Swara45,Com Pihak Bulog sendiri seolah olah ceroboh serta menyepelekan legalitas pemerintah jokowi serta dinas Sosial
pemerintah pusat belum tentu mengarahkan kontribusi beras yang kwalitas jelek apa lagi ini jelas keliatan dengan lebel Medium untuk disalurkan melalui desa serta dibagikan ke para KPM,
KPM sendiri legalitas yang betul-betul di sahkan oleh dinas Sosial dengan penuh pertimbangan dan pematangan bahwa keluarga tersebut masuk kategori orang ta mampu(Miskin)

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Contoh
Desa. : Cibahayu
Kec.:Kadipaten
Kab:Tasikmalya
Menerima beras Jelek serta muncul aroma ta sedap beserta Kutu beras muncul di beras Bulog berlogo Medium,Jum’at 22/09/2023

Disisi lain, Ketua FORWATUR,(Forum Wartawan Tasik Utara)”Halim
Saepudin menyoroti beras yang di disalurkan ke warga masyarakat yang memiliki KPM(Keluarga Penerima Manfaat) khususnya di wilayah Tasik Utara melihat janggal dengan kualitasnya dan kebokbrokan Bulog semakin tambah usia disetiap pergantian Taun dinilai kurang baik, tidak mencerminkan kepihakan ke masyarakat,Justru mencari keuntungan sepihak saja, “Dimana beras yang di salurkan terlihat kotor dan remuk kecil.

Lanjut:”Halim Saepudin mengungkapkan, temuan beras dengan kualitas yang jelek tersebut ta mungkin dinas Sosial ngutang atau pakai uang palsu saat pembayaran beras itu
Sedangkan program pemerintah dinas kesehatan dan pemerintah desa sedang gencar-gencarnya menekan angka kemiskinan serta Stunting yang jelas-jelas jadi problem pemerintah Jokowi

“kami meminta pihak Bulog agar mengganti beras mengoreksi beras sebelum disalurkan ke penerima KPM(layak). Masyarakat itu memerlukan pangan dan gizi yang lebih baik, “Kami berharap pemerintah agar bisa lebih memperhatikan kualitas dalam program bantuan pangan beras ini, dimana kebutuhan gizi dan pangan bagi masyarakat itu lebih penting,”Tandasnya.

“Setelah berita ini ditayangkan kami belum kompirmasi ke pihak gudang Bulog.(Bayu)

Berikan Komentar