Berita

Bentang spanduk protes, Pedagang pasar Cikarang, Tolak Relokasi

×

Bentang spanduk protes, Pedagang pasar Cikarang, Tolak Relokasi

Sebarkan artikel ini

Bekasi | sWara45 – Pedagang Pasar Cikarang melakukan aksi bentangkan spanduk menuntut “Protes Relokasi pasar” ke penampungan sementara di Grand City Cikarang (GCC), Desa Karang raharja, Kecamatan Cikarang utara, Kabupaten Bekasi.

Diketahui Penjabat Bupati Bekasi sebelumnya Dani Ramdan meninjau lokasi tempat penampungan sementara pedagang Pasar Cikarang di Grand Cikarang City (GCC), Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Minggu (28/08).

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Komplek GCC yang luasnya sekitar 50an, Rencana akan dipergunakan 4 hektar untuk penampungan para pedagang Pasar Cikarang Di aminkan oleh pihak GCC, Namun lahan Relokasi yang akan bisa menampung sekitar 6.000 pedagang mendapatkan kecaman protes dari pedaganng sendiri, karena rencana relokasi tersebut tanpa ada musyawarah terlebih dahulu dengan para pedagang yang tergabung dalam FKPPB (Forum Komunikasi Pedagang Pasar Baru) Cikarang.

“Yuli Sri Mulyati Ketua Umum Forum Komunikasi Pedagang Pasar Baru Cikarang Mengatakan, Pemerintah dalam hal ini Pj Bupati Bekasi belum berkomunikasi dengan para Pedagang Pasar Baru Cikarang.

“Kami tidak pernah diajak bicara, Sementara ada Mou antara Dinas Perdagangan dan Forum Komunikasi Pedagang Pasar Baru Cikarang, Kami taunya dari pemberitaan wartawan akan adanya relokasi pedagang ke GCC,” Ucap Yuli, Minggu (28/08/22).

Menurutnya, ia dan pedagang lainnya menolak relokasi ke GCC dikarenakan Para Pedagang yang tergabung di FKPPB Cikarang sudah ada Perjanjian yang ditandatangani. Bahwasannya Ketika adanya relokasi, revalitasi atau apapun yang berhubungan dengan Pasar Baru Cikarang harus mensolidasi dengan para pedagang.

“Selain hal tersebut, Kami Pedagang menolak relokasi yaitu diantaranya transportasi jauh, yang kedua itu kan Perumahan bukan akses perdagangan. Yang selanjutnya itu dekat dengan pasar lemah abang, kalo misalnya di relokasi ke GCC gimana nasib pedagang di Pasar Lemah Abang, sekarang aja sepi,” Jelasnya.

Sementara itu, Rieke Diah Pitaloka Anggota DPR RI Komisi 6 dari Fraksi PDI Perjuangan dalam kunjungannya ke Pasar Baru Cikarang Terkait relokasi. Dirinya Menanyakan kenapa harus direlokasi.

“Mungkin itu baru kabar-kabar saja, dan saya akan coba dan dibantu oleh DPRD Kabupaten Bekasi mencoba berkomunikasi dengan Pj Bupati Bekasi,” Tenangkan Rieke.

Ketika ditanyakan apakah dia setuju dengan di BOT (Build Operate Transfer) pasar tradisional dirinya mengatakan negara masih mampu membiayai untuk membangun pasar tradisional.

Kalau punya negara, Biasanya negara bisa membiayainya, Dari pada Silpa kurang lebih satu triliun pertahun dan juga kalau ini pasar tradisionalnya hidup itu menambah perputaran ekonominya masyarakat menambah PAD juga untuk Kas Daerah,” tutupnya. (Yusuf)

Berikan Komentar