Swara45.com-Bantuan Benih Padi untuk Kelompok tani yang baru turun beberapa hari, menuai beragam sorotan dari kalangan.Lantaran para petani yang tergabung di Poktan yang ada dibaksel itu sudah melakukan penanaman, dan bahkan padi tersebut sudah berumur satu bulanan lebih.Hal itu sampaikan ketua Bidang Investigasi LSM Rajam M.Soelistio kepada Swara45.com.
Soelis menyebut,bantuan tersebut riskan ke tingkat penyelewengan.Sebab kata dia bantuan benih yang di turunkannya itu selain tidak tepat waktu juga tidak akan tepat sasaran.
“Ini sangat disayangkan sekali bantuan benih yang diturunkan pemerintah tidak tepat waktu,dan kami khawatir ini akan terjadi penyelewengan”ungkap Soelis.
Ia berharap kepada pihak terkait dalam hal ini, Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, untuk tidak asal waktu menurunkan Program.apalagi ini untuk kebutuhan tanam dan juga waktu tanam, yang akhirnya program ini ada saja yang di selewengkan,seperti untuk di Kecamatan Cibeber, saat ini , kebanyakan petani tidak melakukan tanam kedua.
” saya sudah observasi, ke wilayah Citorek belum lama ini, banyak sawah yang di selang dengan ikan, apalagi di wilayah -wilayah keadatan tidak ada tanam kedua dan hasil konfirmasi di beberapa Kantor BPP, dari Korluh, rata -rata benih yang turun, untuk luasan lahan, dari mulai luas, 200 ha – 300, bantuan benih ini selain tidak tepat sasaran, juga banyak lahan yang kering, hal sangat rentan sekali dengan penyelewengan, seperti yang sudah sudah,” ujarnya.
Terpisah ,salah satu petani dibaksel Suad bingung,karena padi yang di tanamnya itu sudah hampir satu bulan .
” Bantuan ini mau masuk ke musim tanam mana ..sedangkan kami dan petani yang lahan sawahnya ada air, sudah beli dan sudah hampir satu bulanan umur padi kami.selain itu juga, lahan lahan sawah banyak yang tidak ada airnya, mungkin hanya lahan lahan atau blok blok sawah yang bersumber dan ada irigasinya saja, tapi kebanyakan yang tidak tergarap karena tidak tersedianya air,” tuturnya.(DN/1K)

