SWARA45.COM | MALAYSIA – Banjir akibat hujan lebat berhari-hari telah memaksa hampir 40.000 orang harus meninggalkan rumah mereka di negara bagian Johor selatan Malaysia yang berdekatan dengan perbatasan Singapura.
Kata para pejabat, Sabtu (3/3/2023) dalam bencana banjir tersebut dikabarkan empat orang telah meninggal dunia selama seminggu terakhir.
“Dulu kami selalu mempersiapkan musim hujan pada November dan Desember,” kata Mohd Noor Saad, seorang warga berusia 57 tahun di kota Yong Peng, di distrik Batu Pahat, Johor. Mengutip Reuters.
“Setiap rumah tangga punya perahu, tapi sekarang dengan cuaca yang tidak bisa diprediksi, sepertinya kita tidak siap dan menjadi kacau.”sambungnya.
Badan penanggulangan bencana Nasional mengatakan pihak berwenang telah mendirikan lebih dari 200 tempat penampungan bantuan untuk orang-orang yang terlantar akibat banjir.
Banjir di Negara itu biasa terjadi selama dimusim hujan tahunan antara Oktober dan Maret.
Tetapi hujan deras minggu ini telah membuat rumah penduduk terendam banjir setinggi paha orang dewasa.
Seorang pekerja kafe Kabibah Siam (54) mengatakan dia pasrah mengurus dirinya sendiri selama banjir.
“Apa yang bisa kami lakukan? Kami tidak bisa mengeluh tentang nasib kami karena semua orang berada di perahu yang sama di sini,” katanya.
Akibat hujan berhari-hari tersebut negara bagian Johor selatan yang paling parah terkena dampaknya.
Sementara, banjir di negara bagian lain hanya ratusan orang yang mengungsi.
Departemen meteorologi memperingatkan beberapa hari mendatang hujan akan semakin deras, sebagian besar di negara bagian selatan.
Sumber: Reuters
Penerjemah: Afrizal

