“Itu akan diperbaiki, tapi tunggu Datok Penghulu sembuh dari sakitnya,”kata Jon, Ketua BUMK tersebut, lewat via seluler, pada kala itu.
SWARA45.COM, KUALASIMPANG – Bangunan 30 (tiga puluh) Unit tempat Lapak Dagang Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), di Kampung Pekan Seruway, Kabubaten Aceh Tamiang, Aceh. Diduga dikerjakan asal jadi
Pasalnya, belum setahun bangunan yang terbuat dari tiang kayu lantai beton yang beratapkan seng tersebut sudah banyak mengalami retak di bagian lantainya.
Bahkan keretakan yang terjadi tidak hanya keretakan di plasteran semen bagian atas lantai.
Melainkan keretakan lantai ada yang menembus hingga kedasar pondasi.
Dilihat dari plang proyeknya, bangunan tersebut dibangun menggunakan anggaran dana Desa tahun 2022 Kampung Pekan Seruway.
Senilai, Rp107.480.600 (Seratus Tujuh Juta Empat Ratus Delapan Puluh Enam Ratus Rupiah).
Sementara, Ketua BUMK tersebut, Sijon dikonfirmasi, pada Sabtu, 22 Oktober 2022 lalu mengatakan, akan segera memperbaiki kerusakan pada lantai bangunan BUMK tersebut.
“Itu akan diperbaiki, tapi tunggu Datok Penghulu sembuh dari sakitnya,”kata Jon, Ketua BUMK tersebut, lewat via seluler, pada kala itu.
Namun sudah dua bulan waktu berlalu kerusankan lantai bangunan BUMK tersebut belum juga diperbaiki hingga kini.
Sabtu, 17 Desember 2022, Ketua BUMK tersebut, kembali dikonfirmasi swara45.com, menanyakan, kendala apakah yang menyebabkan kerusakan lantai bangunan BUMK tersebut tak Kunjung-kunjung diperbaiki.
Sijon mengatakan, untuk perbaikan lantai bangunan BUMK yang rusak tersebut dirinya belum tau kapan waktu akan diperbaikinya.
“Belum tau kapan diperbaiki, belum tau,”kata Sijon, dengan santai dia menjawab, lewat via seluler, seolah-olah lantai bangunan BUMK tersebut tidak ada mengalami kerusakan apapun.
Dia juga mengatakan, BUMK Kampung Pekan Seruway, hanya membangun bangunan 30 unit lapak dagang dan selain nya BUMK belum ada kegiatan lain atau membeli alat apapun.
“Bunganan BUMK cuma itu aja, lain belum ada, uang sewa bangunan BUMK itu, belum dikutip lagi,”katanya.
Sementara itu, Datok Penghulu (kepala desa) Kampung Pekan Seruway terkait kerusakan lantai bangunan BUMK yang terlalu lama dibiarkan rusak tersebut belum dapat dihubungi karena kondisinya masih belum benar-benar pulih dari penyakitnya hingga berita ini ditayangkan. [Afrizal]

