Berita

Badak Banten Perjuangan Soroti Kegiatan Program Ipal Komunal Di Lebak

×

Badak Banten Perjuangan Soroti Kegiatan Program Ipal Komunal Di Lebak

Sebarkan artikel ini

SWARA45.COM-Dinas PUPR Kabupaten Kabupaten Lebak ditahun 2022 melalui Bidang Cipta Karya saat ini tengah membangun prasarana dan sarana sanitasi berupa pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal pada 21 lokasi desa penerima manfaat yang di laksanakan langsung oleh KSM.

Ormas Bandak Banten Perjuangan menyoroti kegiatan program tersebut dan menilai adanya ketidakberesan dalam sisi pelaksanaan,seperti diduga adanya monopoli dagang yang dilakukan secara terstriluktur,sistematis dan masif.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

“kita tahu bahwa ini pekerjaan Swakelola tapi saya melihat ada beberapa item material yang langsung di ambil alih penyedia / Supplier, Sementara Proses Survei/ penawaran Harga dan sistem penunjukan penyedia oleh KSM tidak ditempuh. Malah yang ada Dinas melalui PPK seolah-olah melakukan penggiringan agar KSM belanja terhadap penyedia tertentu artinya PPK tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya malah menjadi Marketing dagang ini ada apa?. Ya kalo saya mesti jabarkan bahwa tugas PPK itu salah satunya adalah menyusun rencana pengadaan bukan mempromosikan Supplier barang”ungkap Ketua DPC Badak Banten Perjuangan Kabupaten Lebak Erot Rohman,Senin (30/3/2022).

Ia juga menduga Jangan-jangan dibalik ini ada konspirasi buruk yang berpotensi terhadap kerugian uang negara, padahal kata dia didalam Perpres 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa itu ada Prinsip dan Etika Pengadaan Barang Dan Jasa dimana Prinsipnya adalah efisien, efektif, transparan, terbuka, bersaing dan akuntabel. Sementara etikanya salah satunya adalah menghindari dan mencegah kebocoran uang negara.

Selain itu,ia juga meempertanyakan dalam perencanaan apakah sejumlah 21 Desa Sekabupaten Lebak yang mendapatkan Program Ipal Komunal adalah Desa dengan catatan angka sanitasinya buruk ,dan jangan sampai dalam memilih Desa Penerima Program juga tidak memiliki dasar.

“Mestinya DPUPR Lebak memprioritaskan Desa Desa yang angka sanitasinya buruk sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan Visi Misi Bupati Lebak,dan tentunya dalam hal ini mau bagaimana kedepan Program ini dapat dikatakan berhasil jika Proses Perencanaan dan Pelaksanaan seperti ini, pokoknya kami akan terus mengkawal program ini hingga tuntas”ujarnya.

Hingga berita ini di tayangkan Bidang Cipta Karya masih berusaha di konfirmasi.(1K/JMR)

Berikan Komentar