Berita

Babinsa Kel Tigaraksa dan Desa Pete Bersama TB Yayat Munjiat dan DewzKreasi Akrilik Bantu Mushola di Kecamatan Tigaraksa

×

Babinsa Kel Tigaraksa dan Desa Pete Bersama TB Yayat Munjiat dan DewzKreasi Akrilik Bantu Mushola di Kecamatan Tigaraksa

Sebarkan artikel ini

sWara45, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang — Kepedulian terhadap tempat ibadah kembali ditunjukkan oleh jajaran Babinsa di wilayah Kecamatan Tigaraksa bersama tokoh masyarakat dan pelaku usaha lokal. Babinsa Kelurahan Tigaraksa, Bapak Ramdan, dan Babinsa Desa Pete, Bapak M Tajri, bersama TB Yayat Munjiat selaku tokoh Kecamatan Tigaraksa serta DewzKreasi Akrilik yang diwakili oleh Anthony, turut memberikan bantuan untuk mushola di wilayah Kecamatan Tigaraksa.

Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kenyamanan tempat ibadah bagi masyarakat. Mushola sebagai pusat kegiatan keagamaan warga memiliki peran penting, tidak hanya untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga sebagai tempat pembinaan akhlak, silaturahmi, dan kegiatan sosial masyarakat.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Babinsa Kelurahan Tigaraksa, Bapak Ramdan, menyampaikan bahwa kegiatan sosial seperti ini diharapkan tidak berhenti sebagai aksi sesaat, tetapi dapat menjadi program yang terus berjalan.

“Bantuan ini kami harap dapat menjadi program rutinitas. Kami juga mengajak masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh pihak yang memiliki kepedulian untuk turut berpartisipasi dalam membangun tempat ibadah agar lebih layak, bersih, dan nyaman digunakan oleh warga,” ujar Babinsa Kelurahan Tigaraksa, Bapak Ramdan.

Senada dengan hal tersebut, Babinsa Desa Pete, Bapak M Tajri, mengatakan bahwa keberadaan mushola yang layak sangat penting bagi masyarakat. Menurutnya, tempat ibadah yang nyaman akan memberikan dampak positif terhadap semangat warga dalam menjalankan ibadah dan kegiatan keagamaan.

“Kami mendukung penuh kegiatan seperti ini. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan menjadi motivasi bagi banyak pihak untuk ikut peduli terhadap mushola dan tempat ibadah lainnya di Kecamatan Tigaraksa,” ungkap Bapak M Tajri

Sementara itu, TB Yayat Munjiat selaku tokoh Kecamatan Tigaraksa menyampaikan apresiasi atas kebersamaan yang terjalin antara Babinsa, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha lokal. Ia menilai bahwa pembangunan tempat ibadah membutuhkan gotong royong dari berbagai elemen masyarakat.

“Tempat ibadah adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap gerakan seperti ini bisa terus dilakukan secara rutin, karena masih banyak mushola dan sarana ibadah yang membutuhkan perhatian. Dengan kebersamaan, insyaallah tempat ibadah di wilayah Tigaraksa bisa menjadi lebih layak, nyaman, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar TB Yayat Munjiat.

DewzKreasi Akrilik, yang diwakili oleh Anthony, turut menyampaikan komitmennya untuk mendukung kegiatan sosial di lingkungan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan fasilitas umum dan tempat ibadah. Sebagai pelaku usaha lokal, DewzKreasi Akrilik berharap kontribusi kecil yang diberikan dapat membawa manfaat nyata bagi warga.

“Kami dari DewzKreasi Akrilik merasa terpanggil untuk ikut membantu. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk mushola dan jamaah. Kami juga berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh agar semakin banyak pihak ikut berpartisipasi dalam membantu tempat ibadah,” ujar Anthony.

Kegiatan bantuan mushola ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara aparat kewilayahan, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha dapat memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar. Selain memperkuat nilai gotong royong, kegiatan ini juga menjadi dorongan agar kepedulian terhadap fasilitas ibadah terus tumbuh di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pihak yang turut mengambil peran dalam mendukung pembangunan dan perawatan mushola, masjid, serta sarana ibadah lainnya di Kecamatan Tigaraksa. Dengan tempat ibadah yang lebih layak dan nyaman, masyarakat dapat menjalankan kegiatan keagamaan dengan lebih khusyuk, tertib, dan nyaman.

Bantuan untuk mushola di Kecamatan Tigaraksa ini diharapkan menjadi awal dari gerakan sosial yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun lingkungan yang religius, peduli, dan harmonis.(rr)

Berikan Komentar