sWara45 | Jakarta – Aktivis 98, Lutfi Nasution, menyampaikan duka cita atas jatuhnya korban jiwa dan luka dalam aksi demonstrasi 25–30 Agustus 2025 lalu. Ia mengingatkan semua pihak untuk menjaga kondusivitas dan tidak terprovokasi.
“Pertama-tama, saya mengucapkan duka cita mendalam kepada para korban, baik dari mahasiswa, masyarakat, maupun aparat kepolisian,” ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (4/9).
Lutfi menilai eskalasi aksi sempat meningkat akibat isu kenaikan tunjangan DPR, ujaran kebencian di media sosial, serta insiden yang menewaskan seorang pengemudi ojek online. Namun ia mengapresiasi langkah cepat Presiden Prabowo Subianto yang menindak tegas aparat yang lalai serta mencabut usulan kenaikan tunjangan tersebut.
“Alhamdulillah, sekarang situasi sudah terkendali. Pemerintah dan DPR mulai menjalankan tugasnya. Stop provokasi di media sosial,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi sikap Partai Amanat Nasional (PAN) yang menonaktifkan kadernya, serta permintaan maaf terbuka dari Eko Patrio dan Uya Kuya. Menurutnya, langkah itu menunjukkan tanggung jawab moral kepada rakyat.
Lutfi mengingatkan bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo rentan ditunggangi kepentingan politik yang ingin mengganggu program pro-rakyat. Ia meminta mahasiswa dan elemen masyarakat tetap kritis, tetapi tidak mudah diprovokasi.
“Mahasiswa adalah lokomotif perubahan. Gerakan mereka harus murni dan tidak ditunggangi pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana,” pungkasnya.
(DEDI)

