sWara45 | Masyarakat Kota Bekasi semakin sering mengeluhkan tentang kemacetan yang terjadi di jalan-jalan arteri maupun jalan-jalan kolektor atau jalan kelas tiga. Masalah ini semakin mengkhawatirkan dan membuat kehidupan sehari-hari masyarakat terganggu. Oleh karena itu, Pemerintah perlu segera memikirkan strategi terbaik untuk mengatasi masalah ini, mulai dari rekayasa lalu lintas hingga pelebaran jalan.
Anggota DPRD Kota Bekasi, Tumai, mengungkapkan bahwa pertumbuhan jumlah kendaraan di Kota Bekasi semakin pesat. Hal ini membuat kondisi jalan kolektor tidak lagi mampu menampung jumlah kendaraan yang setiap hari melintas. Terutama saat jam-jam sibuk seperti pagi dan sore hari, kemacetan semakin parah.
Salah satu cara yang diusulkan untuk menangani kemacetan ini adalah melalui rekayasa lalu lintas. Antrian jalan di persimpangan dan pertumbuhan kawasan hunian seperti di wilayah Mustikajaya menjadi salah satu penyebab utama kemacetan di jalan kolektor. Oleh karena itu, perlu ada tindakan cepat dalam menangani masalah ini.
Pemerintah Kota Bekasi juga diminta mulai memikirkan peningkatan atau pelebaran jalan sebagai langkah jangka panjang. Meskipun pelebaran jalan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat karena harus melewati proses pembebasan lahan dan terkait dengan kemampuan APBD, hal ini harus menjadi perhatian serius. Terutama berkaitan dengan pertumbuhan populasi penduduk dan perumahan.
Dengan tindakan yang tepat dari Pemerintah, diharapkan masalah kemacetan di Kota Bekasi dapat segera teratasi dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam mobilitas sehari-hari. (Adv/DPRD)

