Berita

Anak Yatim Korban Tabrakan Kritis, Butuh Operasi Segera

×

Anak Yatim Korban Tabrakan Kritis, Butuh Operasi Segera

Sebarkan artikel ini

sWara45 | Pandeglang– Seorang anak yatim berusia 12 tahun mengalami luka parah setelah menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Kampung Kadu Keong, Desa Sodong, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (24/03/2025) dini hari. Korban kini dalam kondisi kritis dan membutuhkan operasi segera.

Menurut keterangan warga sekitar, seorang pengendara motor berinisial DO sudah terlihat mondar-mandir sejak selepas salat Isya. Ia mengendarai motor dengan kecepatan tinggi dan kerap menggeber knalpotnya di sekitar lokasi kejadian.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

“Saya sempat menegurnya saat dia berhenti di dekat rumah saya karena suara knalpotnya bising dan mengganggu istirahat keluarga saya,” ujar Yayah, saksi mata di lokasi kejadian.

Namun, DO tidak mengindahkan teguran tersebut dan tetap kebut-kebutan hingga akhirnya menabrak seorang anak yang sedang menyeberang jalan. Insiden itu terjadi di hadapan ibu korban, yang langsung syok dan nyaris pingsan melihat anaknya tergeletak di aspal.

Ibu korban, Dede Supiati, menuturkan bahwa anaknya, Salsa (biasa dipanggil Adu), awalnya hendak menginap di rumah saudara di Kampung Cimuhara. Namun, tak lama kemudian, ia meminta dijemput untuk pulang.

“Saat di pinggir jalan raya, saya sudah melihat situasi lalu lintas. Setelah merasa aman, saya menyuruhnya lari menyeberang. Tapi tiba-tiba, ada motor dengan kecepatan tinggi yang menabraknya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi jalan saat itu gelap, dan motor yang dikendarai pelaku tidak menggunakan lampu.

“Tiba-tiba ‘brak!’, anak saya tertabrak. Suara tabrakannya begitu keras terdengar di telinga saya,” tutur Dede dengan suara bergetar.

Korban awalnya dibawa ke UGD Puskesmas Saketi untuk mendapatkan pertolongan pertama, tetapi karena keterbatasan fasilitas, ia dirujuk ke RSUD Berkah Pandeglang. Sayangnya, di sana tidak ada dokter spesialis ortopedi yang dapat menangani kasusnya.

Korban kemudian dirujuk ke RSUD Banten, namun kembali mengalami kendala yang sama. Akhirnya, ia dibawa ke RSUD Dr. Drajat Serang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Saat ini, kondisi korban sangat memprihatinkan. Ia mengalami luka parah di kaki dan tubuh, diduga ada patah tulang di bagian dada, serta mengalami cedera serius di rahang, gusi, dan gigi. Kemungkinan besar, korban harus menjalani operasi.

“Kami orang tidak punya, berat rasanya mendengar anak saya harus dioperasi. Yang ada di pikiran saya, pasti biayanya besar,” keluh Dede Supiati sambil menahan tangis.

Namun, ia tetap berharap ada jalan keluar bagi anaknya.

“Saya hanya bisa berdoa, semoga ada pertolongan Allah dari mana pun. Yang penting anak saya bisa ditangani hingga sembuh kembali,” ujarnya penuh harap.

(DEDI)

Berikan Komentar