.
sWara45.Com,Tasikmalaya-Rizki Ramadhan Saputra 18 tahun warga perumahan Sambong permai RT 01/06 kelurahan Sambongjaya kecamatan Mangkubumi diduga mengalami malpraktik di salah satu rumah sakit kota Tasikmalaya .
Pasalnya korban mengalami pecah bagian perut bekas jahitan setelah di operasi oleh dokter T di RS TMC karena di duga ada kebocoran usus dengan tidak menunjukan hasil diagnosa terlebih dahulu.
Anak remaja berkelain khusus ( Autis ) ini sebelumnya mengalami panas tinggi pihak keluarga langsung membawa berobat ke TMC untuk segera ditangani namun setelah rawat inap selama lima hari ternyata pasien tidak tidak kunjung sembuh , hal ini dikatakan ibu kandungnya Esty di ruang inap lantai 5 no 530 rabu 07/02/2024
Menurut Esty , anaknya sebelumnya tidak pernah memiliki rekam medic anak saya mengalami patah tulang , bengkak di mulut juga pernah cabut gigi di rumah sakit tapi bukan disini ungkap,” esty
Saya sudah melakukan tanda tangan persetujuam untuk tindakan karena menurut dr hasil dari USG katanya ada cairan dilambung , ”
Anehnya lagi hasil dari USG tersebut pihak keluarga tidak menerima karena dipegang pihak rumah sakit untuk kelengkapan adimistrasi,” katanya
Dari kejadian ini yang diduga gagal dalam penanganan anak saya dirujuk ke rumah sakit di bandung tapi anehnya penanganannya pun sangat lambat bahkan saya sudah bayar ambulance sebesar Rp 2,5 juta tetapi rumah sakit yang ditunjuk belum bisa memastikannya harus menunggu jawaban balik ,” kesal Esty
Padahal kata Esty , anaknya baru dirawat inap sebelumnya saya merasa kurang yakin untuk operasi apalagi yang menangani dr bedah dan satu lagi dr spesialis bedah sedang cuti ,” ucap Esty menirukan perawat jaga
Namun karena kurang yakin saya bertanya dr spesialisnya siapa dan jawabannya menyebut dr Y dan kebetulan lagi cuti ,” kata Esty
Dari situ saya tidak ada pilihan lain , karena waktunya mepet anak saya harus segera diselamatkan , saya gak kepikiran Digestive ikut prosedur medis yang dilakukan oleh pasien dimana pasien mencari pendapat dari dokter lain untuk mengkonfirmasi atau menyangkal diagnosis awal , atau pendapat lain ( second opinion )
Intinya gak mungkin dibawa ke bandung karena anak saya sudah dirawat selama lima hari disini hasilnya ketahuan setelah USG
Kalau saya mencabut untuk tidak di operasi pasti ribet karena harus mengulang dari awal jika penanganannya di rumah yang sakit lain,”
Hanya tindakan operasilah anak saya bisa diselamatkan dan mereka ( perawat Red ) menunjuk dr T ” dan tanpa pikir panjang saya tandatangan , ko ternyata ini operasi besar dan yang menanganinya disayangkan adalan dr T ,”
Sebelumnya di depan ruang operasi saya sempat menanyakan ini operasi apa dok , kata dr ini harus dibedah dulu perutnya dan nanti kelihatan dan saya menanyakan kembali kenapa ga di CT scan dulu dr menjawab tidak perlu karena sudah di USG ,”
Jadi setelah yakin dari USG bisa mengambil tindakan kata dr T , karena prediksi ada cairan dilambung itu biasanya dari usus buntu atau usus bocor ,” katanya menirukan bahasa dr T
Tetapi, berdasarkan pengalaman waktu suami saya mau operasi di jakarta dulu pihak rumahsakit melakukan CT scan , second opinion sebelum bedah , ini malah tidak melalui peosedur sesuai SOP mengakibatkan anak saya kondisinya seperti kita lihat sekarang dari bekas bedah keluar cairan darah seperti mau pecah
Dan lebih parahnya dr T tidak memperlihatkan hasil USG nya terlebih dahulu sebelum operasi , setelah dioperasi Rizki mengalami kesakitan yang sangat luar biasa sampai kedua tangan dan kakinya di ikat supaya tidak berontak ,”
Sedangkan hasil dari Rs Hasan Sadikin tipe A, menyatakan
sy mau komplain terkait diagnosa dr rontgen dianggap TB aktif di TMC, smpe anak ini masuk ruang isolasi pak 5hr, di screening ulang trnyta negatif dan
Bpjs nya didiagnosa schrizopenia jd ditolak beberapa RS kemaren disini dianggap anak saya, gangguan jiwa, diagnosa dr pskiater di TMC.Keluhnya.
Ditempat ruangan Humas TMC,Hasil sementara konfirmasi dg pihak TMC pada hari ini jum’at tgl 16 pebruari 2024 jam 14 siang membenarkan,
Anak tersebut di oprasi di TMC.
“Sangat di sayang kan ketika pihak media melakukan konfirmasi dengang.pihak TMC tidak. bisa menghadirkan dr T.. yg menangani proses oprasi anak tsbt.
Cukup klasic. “Sudah sangat standar sesuai S o p kata salah seorang staf.
Disinggung oleh awak media, jika di sinkronkan antara hasil diagnosa TMC dengan hasil Screening pihak Rs. Hasan sadikin yg memang negatif ujar ibu korban melalui fasilitas. Washaaf,
Pihak Humas TMC, Tidak bisa menjelaskan dengan rinci hasil diagnosa TMC dan hasil Screening RS Hasan Sadikin berbeda.Tutup.
Dalam hal ini awak media yang dibawah naungan DPC-PWRI kota Tasikmalaya, untuk lakukan langkah selajut nya terkait masalah ini harus di klarifikasikan dg DKK kota Tasikmalaya dan IDI juga dewan komite Medik.(Bayu)

