Swara45.com-Aliansi Organisasi Gunungkencana, mendesak kepada pemerintah dalam hal ini Satpol PP Kabupaten Lebak selaku penegak Perda untuk segera melakukan penutupan terhadap pembangunan perusahan ternak ayam petelur di Desa Ciginggang, Kecamatan Gunung Kencana,yang belum mengantongi Ijin.Hal itu di disampaikan Inisiator Aliansi Usep Ridwan Allais kepada wartawan,Sabtu (29/5/2021).
Dikatakan Usep,sebelumnya organisasi Gunung Kencana pada tanggal 24 Mei 2021 sudah melayangkan surat kepada camat untuk melakukan penutupan pembangunan peternakan yang tidak mengantongi ijin dan bahkan di ketahui saat ini sedang panas-panasnya pembahasan Raperda RTRW yang belum di sahkan namun peternakan pembangunan sudah berlanjut.
“Kami Aliansi organisasi gunungkencana menghargai prosedur cara penutupan yang dilakukan oleh pemerintah, yang padahal harapan awal kami pembangunan tersebut harus langsung ditutup karena sudah jelas melanggar perda no 2 tahun 2014 dan tidak mempunyai izin. Namun jika memang tidak ada penutupan secara serius, kami yang akan turun langsung untuk menutup pembangunan Peternakan tersebut”kata sang Inisiator Aliansi Usep Ridwan Allais.
Ia juga menegaskan akan terus mengawal agar gunungkencana ini tidak dikotori oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Dan Gunungkencana harus tetap jadi wilayah konservasi yang nyaman untuk ditempati.
“Ini akan terus kita kawal jangan sampai ini ada permainan didalamnya antara pihak perusahaan dengan pemerintah”tandasnya.
Berdasarkan hal, itu pihak Kecamatan Gunung Kencana sudah dua kali melayangkan surat penegerun terhadap perusahaan agar memberhentikan pengerjaan pembangunan kandang ayam petelur sebelum ijin di terbitkan.dan bahkan apabila peringatan yang kedua tidak di indahkan dan masih berjalan pembangunan maka akan di lakukan penutupan.
“Sudah kita layangkan teguran kedua sesuai dengan SOP penegakan perda non yustisi, dan jika masih berlanjut pembangunan tersebut kami akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP dan perijinan untuk proses penutupan” kata Camat Gunung Kencana
Firman Arip Hidayat melalui Whats Appnya.
Hingga berita ini ditayangkan pihak perusahaan belum dapat di konfirmasi dan maaih di upayakan.(1K/7MR)

