sWara45 | Tangerang – Makmun, warga Kp Candelekan RT 005/002 Desa Cikande kecamatan Jayanti, harus menerima pahitnya kehidupan, anaknya sakit bertahun-tahun tak kunjung sembuh.
Makmun hanya seorang kuli bangunan serabutan, anaknya terbaring lemah selama 24 tahun, Ia harus merawat putrinya sendirian karena istrinya sudah lama meninggal dunia semenjak putrinya berusia 12 tahun.
Ia hanya berharap ada belas kasihan dan uluran tangan dari para dermawan untuk membantu pengobatan putrinya.
“Semoga ada keajaiban untuk bisa menyembuhkan anak saya”, ungkap Makmun sedih.
Saya sudah tidak sanggup lagi mengobati putri saya, karena sulitnya biaya saat ini ditambah lagi masa pandemi, pekerjaanpun sulit didapat, ujar Makmun.
Sementara itu Kepala Puskesmas Jayanti ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp mengatakan, “Kelumpuhan otak memang seperti itu pak kondisinya”.
“Kami bisa bantu rujuk ke Rumah Sakit atas seijin dari orangtuanya dan mempunyai kartu KIS”, jawabnya.
(Bonai)

