Berita

Aktivis Soroti Dugaan Proyek Fiktif Bertema Dapur Sehat: “Ini Kejahatan Terorganisir”

×

Aktivis Soroti Dugaan Proyek Fiktif Bertema Dapur Sehat: “Ini Kejahatan Terorganisir”

Sebarkan artikel ini

sWara45 | Tangerang – Dugaan pemalsuan dokumen Surat Perintah Kerja (SPK) dan keterlibatan oknum berinisial AK dalam skema proyek fiktif bertema “pembangunan dapur sehat” kembali mencuat dan mengundang reaksi keras dari aktivis senior Kabupaten Tangerang, Beni Saputra. Ia menilai peristiwa ini bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan potensi kejahatan terorganisir yang harus dibongkar hingga ke akar.

Menurut informasi awal, proyek dapur sehat tersebut oleh pihak-pihak tertentu diklaim sebagai bagian dari program Badan Gizi Nasional (BGN). Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak BGN mengenai keterkaitan mereka dengan proyek yang diduga bermasalah ini.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

“Jika benar seperti yang diberitakan dan disampaikan rekan wartawan kepada saya, ini bukan sekadar penipuan biasa. Ini bisa menjadi bagian dari skema sistematis untuk memeras dan menjebak pelaku usaha dengan modus proyek fiktif. Kami tidak bisa tinggal diam,” tegas Beni saat dikonfirmasi, Rabu 21/05/2025

Sebagai bentuk keseriusan, Beni menyatakan akan membentuk tim khusus untuk mengawal dan mengungkap kasus ini. Tim tersebut akan melakukan investigasi lapangan, menelusuri bukti-bukti, serta siap mendampingi para korban untuk melapor ke jalur hukum.

“Kami telah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum (APH). Saat ini, langkah-langkah konkret sedang kami siapkan agar kasus ini tidak berhenti di tengah jalan,” tambahnya.

Tak berhenti di tingkat lokal, Beni menegaskan akan mendorong pengusutan hingga ke tingkat pusat. Ia menyebut telah membuka jalur komunikasi dengan institusi terkait seperti BGN Pusat, Kepolisian, Ombudsman RI, dan Kejaksaan Agung.

“Ini menyangkut marwah penegakan hukum dan perlindungan terhadap dunia usaha. Jika praktik seperti ini dibiarkan, korban akan terus berjatuhan dan kepercayaan publik terhadap institusi bisa hancur,” pungkasnya.

Berikan Komentar