sWara45 | Aktivis Lebak Geram, di tengah situasi yang memprihatinkan, ratusan Kepala Desa di Lebak justru berencana ‘tamasya’ dalih Sosialisasi Pembinaan dan Pengawasan Pengelolaan Keuangan Desa di Puncak Bogor, Jawa Barat.
Eli Sahroni, aktivis Lebak, menyayangkan sikap penyelenggara yang diduga hanya menghamburkan anggaran tanpa pertimbangan yang matang. Tindakan ini merujuk pada kecenderungan pejabat untuk menggelar acara di luar wilayah, dengan dalih sosialisasi atau rapat.
“Jika benar ingin menggelar kegiatan ini, mengapa harus di luar kota? Kenapa tidak memperkuat identitas lokal dan mempromosikan keindahan Lebak sendiri?” kata Eli Sahroni. Penempatan acara di luar kota dianggap kurang menghargai potensi dan daya tarik Kabupaten Lebak.
Eli Sahroni menyatakan keberatannya dan menegaskan, “Harapannya, kegiatan tersebut dapat dibatalkan.” Menyakiti perasaan warga Lebak, terlebih ketika anggaran sebesar Rp 7.500.000 per kepala desa diduga berasal dari dana desa yang dimaksudkan untuk kesejahteraan masyarakat setempat.
“Jika kegiatan ini tetap dilaksanakan di Puncak Bogor, kami siap menggelar aksi protes di kantor bupati Lebak,” tegas Eli Sahroni.
Keputusan ini diambil karena penilaian bahwa kegiatan tersebut menunjukkan ketidakpedulian terhadap potensi Lebak.
Aktivis Lebak mengingatkan bahwa sosialisasi atau rapat tidak harus selalu di luar kota. Banyak tempat di Lebak yang dapat dijadikan lokasi kegiatan dengan manfaat ganda bagi semua pihak.
Kami berharap pentingnya bagi pejabat setempat agar lebih mencintai wilayah sendiri serta dapat mempromosikan identitas lokal sehingga banyak manfaat bagi pengusaha lokal dan warga setempat, tutupnya. (AR)

