SWARA45.COM-Sebanyak 60 perusahaan konsultan di Banten mengeluh lantaran lelang proyek di Banten hasilnya banyak dimenangkan oleh perusahaan dari luar seperti Jawa Barat dan DKI Jakarta .
Hal itu sampaikan secara tertulis yang ditandatangani masing-masing pimpinan perusahaan yang di tujukan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten tanggal 28 Maret 2022.
Herison Jaya, wakil ketua 1 Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) bidang pranata usaha dan hubungan kelembagaan dan salah satu pengusaha jasa konsultan, sebagian dalam surat menyampaikan bahwa sehubungan dengan telah hampir selesainnya pelelangan-pelelangan pekerjaan di PUPR yang dalam hal ini diselenggarakan oleh UKPBJ Prov Banten, para pengusaha konsultan Banten merasakan keresahan yang amat sangat, dikarenakan adanya perlakuan tidak adil.
“Tentunya kami tidak perlu rnenjelaskan lebih lanjut, karena sebenarnya kami juga merupakan bagian didalam sistem ini. Keresahan yang utama adalah ternyata sebagian besar pemenang dari lelang-lelang ini dikuasai oleh perusahaan dari luar daerah Banten,kebanyakan dari Bandung dan dan DKI” ungkap Herison.
Akibat hal itu, menurutnya, kerugian bukan hanya bagi pengusaha lokal. tapi juga pajak-pajak yang seharusnya diterima oleh Pemerintah Daerah Banten akan lari keluar daerah.
” Selain itu, tenaga ahli kami yang tinggal dan mencari nafkah di daerah sendiri, hanya menjadi penonton, dan yang iebih mengkhawatirkan tentunya pendapatan kami jelas akan menurun yang berakibat berkurangna pembayaran pajak daerah. Belurn lagi BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan lain-lain,” ungkapnya.
Menyikapi hal-hal yang pengusaha lokal sampaikan, kata Herison, apabila kami sebagai konsultan mempunyai kelemahan di bidang administrasi lelang , kami mohon kepada kepala Dinas PUPR selaku pembina jasa kontruksi untuk diberikan pembinaan dan diberdayakan
“Kalau kami dibiarkan seperti ini usaha Kami jelas akan terganggu, target pemerintah untuk perbaikan ekonomi akibat dampak pandemi Covid 19 hanya isapan jempol. Sudah mah pengusaha banyak dibebani dengan segala macam biaya yang harus ditanggung,” ungkap nya.
padahal kata dia konsultan Banten selalu hadir bersama pemerintah di dalam berbagai masalah dan kesulitan yang dihadapi Pemerintah Daerah seperti tsunami Selat Sunda, longsor – banjir Cipanas Warung Banten, dan sebagainya.
“Sebagai putera daerah selama ini Kami selalu menjaga hubungan baik itu,” katanya.(Red)

