sWara45 | Kabupaten Tangerang –
Seorang siswi kelas 2B di SD Negeri 1 Dukuh, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, mengalami luka serius di bagian bawah wajah hingga harus mendapatkan 14 jahitan. Peristiwa ini terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung dan kini memicu keresahan di kalangan wali murid, terutama terkait dugaan kelalaian pengawasan di lingkungan sekolah.
Insiden tersebut terjadi di dalam ruang kelas, dan menurut keterangan orang tua korban, tidak ada petugas atau guru yang mendampingi siswa saat kejadian berlangsung. Hal ini menimbulkan dugaan adanya pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan siswa.
Orang tua korban, Budi Irawan, seorang jurnalis dan juga Wakil Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Tangerang, menyampaikan kekecewaannya terhadap penanganan awal yang dilakukan sekolah.
“Kami sangat menyesalkan, karena penanganan medis pertama dilakukan oleh bidan, bukan oleh tenaga medis yang kompeten dalam tindakan bedah ringan. Ini menyangkut keselamatan dan masa depan anak,” ungkap Budi, Minggu 08/06/2025.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak keluarga merasa pihak sekolah belum menunjukkan itikad serius dalam menyikapi peristiwa ini.
“Kami tidak ingin peristiwa ini dianggap sepele. Jika perlu, kami akan menempuh jalur hukum dan melaporkan ke Dinas Pendidikan serta Komnas HAM agar ada tanggung jawab yang jelas,” tambahnya.
Sebagai institusi pendidikan, sekolah memiliki tanggung jawab dalam menjamin keselamatan siswa selama berada di lingkungan belajar. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai sejauh mana pengawasan diterapkan, terutama pada saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SDN 1 Dukuh belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian ini. Upaya konfirmasi masih dilakukan oleh tim Investigasi sWara45 guna memperoleh penjelasan dari pihak sekolah dan klarifikasi atas insiden yang terjadi.
Wali murid lainnya juga berharap agar peristiwa ini menjadi evaluasi serius bagi semua pihak, terutama dalam hal penerapan SOP keselamatan dan sistem pengawasan di sekolah dasar.
( DEDI)

